• Jl. By Pass Ngurah rai
  • (0361) 720498, WA Center +6285826262022
  • [email protected] / [email protected] https://bali.brmp.pertanian.go.id
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
4 dilihat       21 Agustus 2026

Survei Penerapan Modernisasi Pertanian di Subak Sengkiding, Klungkung

Klungkung, 19 Agustus 2026 — Penerapan modernisasi pertanian terus didorong untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing usaha tani. Hal tersebut terlihat dari hasil survei penerapan modernisasi pertanian oleh penyuluh BRMP Bali di Subak Sengkiding, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, yang menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung perkembangan pemanfaatan teknologi dan mekanisasi oleh petani di lapangan.

Survei dilakukan untuk mengidentifikasi sejauh mana teknologi pertanian modern telah diterapkan dalam kegiatan budi daya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman hingga penanganan hasil panen. Selain melihat jenis teknologi yang digunakan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengetahui manfaat, tingkat pemanfaatan, serta berbagai kendala yang masih dihadapi petani dalam penerapan modernisasi pertanian.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, petani di Subak Sengkiding telah memanfaatkan sejumlah alat dan mesin pertanian, antara lain traktor, power thresher, sprayer, dan drum seeder. Pemanfaatan berbagai peralatan tersebut menunjukkan adanya proses adopsi teknologi yang mulai berkembang dalam mendukung kegiatan usaha tani.

Salah satu penerapan teknologi yang menjadi perhatian dalam survei adalah penggunaan drum seeder untuk kegiatan tanam benih langsung atau tabela. Dengan alat tersebut, benih dapat ditanam langsung pada lahan tanpa melalui tahapan persemaian dan pindah tanam. Penggunaan drum seeder juga membantu petani dalam mengatur jarak tanam sehingga pertanaman diharapkan menjadi lebih teratur dan seragam.

Dalam penerapan tersebut, petani menggunakan varietas padi Inpari 32 dengan benih berlabel ungu. Penggunaan benih berlabel menjadi salah satu aspek penting yang diamati dalam penerapan modernisasi karena kualitas benih merupakan faktor awal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Selain aspek teknologi penanaman, survei juga melihat pemanfaatan mekanisasi pada tahapan kegiatan pertanian lainnya. Penggunaan traktor membantu proses pengolahan lahan, sprayer mendukung kegiatan pengendalian organisme pengganggu tanaman, sedangkan power thresher dimanfaatkan untuk membantu proses perontokan hasil panen. Pemanfaatan alat tersebut menunjukkan bahwa modernisasi pertanian di tingkat petani tidak hanya terfokus pada satu tahapan budi daya, tetapi mulai mencakup beberapa bagian dari rangkaian usaha tani.

Penerapan mekanisasi memberikan peluang peningkatan efisiensi melalui penghematan waktu dan tenaga kerja. Di tengah semakin terbatasnya tenaga kerja pertanian, penggunaan alat dan mesin menjadi salah satu alternatif untuk membantu petani menyelesaikan pekerjaan secara lebih cepat dan tepat waktu. Namun demikian, tingkat manfaat yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh kemampuan operator, kesesuaian alat dengan kondisi lahan, pemeliharaan mesin, serta ketepatan dalam penggunaannya.

Melalui survei ini, penerapan modernisasi pertanian juga dapat dilihat tidak hanya dari ketersediaan alat, tetapi dari sejauh mana alat tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh petani. Aspek pemanfaatan, keterampilan sumber daya manusia, keberlanjutan penggunaan, serta dukungan kelembagaan menjadi bagian penting dalam menilai keberhasilan modernisasi pertanian di tingkat lapangan.

Subak Sengkiding memiliki potensi yang cukup besar untuk terus mengembangkan penerapan teknologi pertanian modern. Sebagai kelembagaan petani yang memiliki peran penting dalam pengelolaan pertanian di Bali, subak dapat menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi, berbagi pengalaman penggunaan teknologi, serta mendorong penerapan inovasi secara bersama-sama.

Hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam menentukan kebutuhan teknologi, pendampingan, serta pengembangan kapasitas petani ke depan. Modernisasi pertanian tidak hanya membutuhkan bantuan alat dan mesin, tetapi juga harus diikuti dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia, pemeliharaan sarana, pencatatan usaha tani, pengelolaan air, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan.

Penerapan modernisasi pertanian di Subak Sengkiding menunjukkan bahwa proses transformasi pertanian telah mulai berjalan melalui pemanfaatan mekanisasi dan teknologi budi daya. Survei lapangan menjadi langkah penting untuk memetakan kondisi penerapan teknologi secara nyata sekaligus mengidentifikasi kebutuhan petani, sehingga dukungan modernisasi dapat diberikan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi wilayah.

Ke depan, penerapan teknologi di Subak Sengkiding diharapkan dapat terus berkembang melalui sinergi antara petani, kelembagaan subak, penyuluh, pemerintah, dan lembaga terkait. Dengan pendekatan yang tepat, modernisasi pertanian dapat berjalan seiring dengan kearifan lokal subak untuk mewujudkan pertanian Bali yang semakin efisien, produktif, adaptif, dan berkelanjutan.

(Sutami, dkk.)

Prev Next

- Admin


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Bali Dorong Penerapan PM-AAS di Buleleng dengan Bantuan Benih dan Alat Tanam Tabela
    21 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Kepala BRMP Bali Dampingi Komisi IV DPR RI Kunjungan Kerja ke BBVet Denpasar
    20 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    BRMP Bali Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Perbenihan Perkebunan di Kabupaten Jembrana
    19 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Monev PITER Tahap I Kabupaten Jembrana Dorong Peningkatan LTT dan IP
    19 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Pengamatan Bawang Putih di Sidakarya, Pertumbuhan Tanaman Terpantau Baik
    18 Sep 2026 - By Admin

tags

benih label ungu brmp bali desa aan banjarangkan drum seeder klungkung kabupaten klungkung kelembagaan subak mekanisasi pertanian penyuluh brmp bali power thresher subak sengkiding survei modernisasi pertanian klungkung tabela padi traktor tangan varietas inpari 32

Kontak

(0361) 720498, WA Center +6285826262022
(0361) 720498
[email protected] / [email protected] https://bali.brmp.pertanian.go.id

JL. By Pass Ngurah Rai Gang Pertanian Nomor 1A Pesanggaran, Denpasar Selatan, kota Denpasar 80222, Bali Indonesia

 

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali. All Right Reserved